Laman

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Agustus 2009

Obama in Montana: No Fireworks, Inside or Out


The beginning of the town hall meeting in Belgrade, Montana was ominous. As Katie Gibson, the petite woman chosen to introduce President Obama, began, her soft-spoken testimony about losing medical insurance coverage amid cancer treatment was suddenly overhwhelmed by thunder claps and a heavy downpour of rain and hailstones that reverberated through the cavernous metal airport hangar.

But by the time she brought on the President, the storm had eased, and he was warmly welcomed by most of the crowd of some 1,000 people. Several people in attendance sat there grim-faced, arms folded, while others cheered Obama's lines. Most of the overt hostility remained outside and down the road, where the state highway joins with the airport road. There anti-Obama demonstrators (mostly made up of two groups, Patients Rights and "Tea Party Patriots") were gathered with signs, right next to a pro-reform group, Montanans for Single Payer (many of whom are unhappy with Max Baucus, the Montanan who chairs the Senate Finance Committee and is a leading player in health care reform). Montana was said to be ripe for conflict. Local unemployment (and the ranks of the uninsured) has risen dramatically in the past year as the once-booming construction bubble burst, sinking many resort jobs along with building trades and services. (See the top 10 Health-Care-Reform Players.)

Still, considering the build-up to this weekend's town hall meetings (the President has one more on Saturday afternoon in Grand Junction, Colorado), the proceedings within were civil. Outside the hangar, angry vocal exchanges erupted, but no one got physical. (Read a story about Montana gearing up for Obama's visit.)

The President did get pointed questions when he called on members of the audience, none of whom appeared to have been pre-screened. Randy Rath from far-off Ekalaka, Montana, introduced himself as a "proud NRA member," who gets his news from the cable channels, and said he has heard a lot of talk from Obama and the Democrats about reforming health care, which he indicated he wasn't quite buying. "You can't tell us how we're going to pay for this. You'll have to raise our taxes, when you said you wouldn't." Obama responded by outlining how he planned to fund the program, by eliminating medical-practice waste and insurance expenses, to cover two-thirds, and one-third by taxing those who make over $250,000 a year. Noting that he is in the higher-income bracket, Obama said, "There's nothing wrong with me paying a little more to help people with less."

The President also assured a concerned health-insurance salesman from Helena who wanted to know why Obama decided during the health-care debate to "villify" insurance companies that he was not declaring war on the companies, but wants to streamline the way medical bills are calculated and treatment prescribed.

Carol Wilder, a single mother from nearby Bozeman who was laid off her from job in January and now has her two kids covered by Medicaid, wanted to know if Obama was going to follow the methods of countries such as Canada or the U.K. Obama responded that Americans pay over $5,000 a year more than residents of those countries for their insurance, and that he is shooting for "a uniquely American system," without the government-run hospitals of some other countries. "It's not true that government will meddle with your doctor."

Another single mother, Sarah Landry, an Montana State University student, told Obama her 11-year-old son has severe autism and Type I diabetes, and that "I rely heavily on Medicaid for coverage." She worries that a national plan might cut into his coverage. Obama assured her, "If your son currently qualifies for Medicaid, he could continue on Medicaid... Our [existing] system is not a health-care system - it's a disease-care system, because we wait until someone gets very sick." For example, he said a diabetic should be counseled on health and helped long before they reach the point of having a foot amputated."

The meeting ended as a recording blared Sousa's "The Stars & Stripes Forever." Obama stepped off the the stage and worked the crowd, shaking hands and smiling as people snapped photos with cameras and cell phones. The First Family then boarded the green Marine One helicopter and headed southwest 60 miles, into the mountains, to land at the Big Sky Resort, the luxury ski and vacation-home develpment founded by native son broadcaster Chet Huntley nearly 40 years ago. From Big Sky, the First Family will visit Yellowstone National Park before flying off on Air Force One Saturday afternoon to Grand Junction.

View this article on Time.com

»»  Baca Lanjutanya...

Selasa, 04 Agustus 2009

Depak Jacko, Mbah Surip Nomor 1 di Twitter


Jakarta - Tak ada yang membantah bahwa semasa hidupnya, sosok Mbah Surip terbilang fenomenal. Maka tak heran, kabar kematian penyanyi berambut gimbal yang tengah berada di puncak popularitas ini menjadi topik panas di mana-mana, termasuk di Twitter.

Saking panasnya Twitter mengenai Mbah Surip, topik ini berhasil nangkring di urutan trending topics (daftar topik yang paling ramai dibicarakan di Twitter tanpa batasan region). Topik Mbah Surip melesat naik menjadi nomor satu sekitar pukul 14:50 WIB, Selasa (4/8/2009) ini.

Bahkan, topik mengenai Michael Jackson yang telah lama ada di Trending Topics, hari ini harus rela keluar. Hadirnya Mbah Surip, berhasil 'menendang' topik King of Pop itu keluar dari daftar.

Coba saja tengok di halaman Twitter dengan subjek Mbah Surip, ribuan tweet yang mengandung kata Mbah Surip langsung terpapar. Hal ini tentunya juga menunjukkan, bahwa di Indonesia, Twitter sudah mulai populer.

Hebohnya aktivitas tweet mengenai Mbah Surip, melibas semua topik yang pernah ditulis di Twitter, mengenai apapun dan tentang siapapun.

Jika Anda yang menggunakan Twitter melihat di deretan Trending Topics di sebelah kanan halaman Anda, terlihat ia mampu mengalahkan topik-topik besar dunia seperti Bill Clinton dan #Iran Election yang ada di posisi 7 dan 8. Sedangkan yang mengekor di belakang Mbah Surip adalah topik mengenai #musicmonday dan Goodnight.

Sebelum Mbah Surip, topik 'milik' Indonesia juga pernah merajai Twitter, yakni mengenai 'Indonesia Unite', aksi nasionalisme warga Indonesia yang kini sudah memiliki partisipan yang bertebaran di mana-mana. Sedangkan ketika peristiwa bom di JW Marriot dan Ritz Carlton lalu, topik #Jakarta juga menghiasi daftar tiga besar.
»»  Baca Lanjutanya...

Terpisah 70 Tahun, Kakak Adik Reuni Berkat Facebook


Washington - Agaknya tak pernah terpikirkan oleh dua kakak beradik ini, bahwa mereka bakal bertemu satu sama lain setelah terpisah 70 tahun lamanya. Reuni yang terasa mengharukan itu terjadi berkat Facebook.

John Mellinger, lelaki 70 tahun asal Amerika Serikat, memang belum pernah bertemu sekalipun dengan kakaknya yang berusia sedikit lebih tua. Pasalnya, mereka sudah dipisahkan sejak dilahirkan ke dunia.

John yang bekerja sebagai pemotong rambut sebenarnya sudah tahu sejak dulu bahwa dia adalah anak adopsi dan bahwa dia juga memiliki seorang saudara. Hanya saja, dia tak tahu di mana saudaranya itu kini berada.

Setelah pensiun, salah satu kegemaran John adalah mengakses internet, termasuk Facebook-an. Sampai suatu ketika, dia dihubungi seseorang bernama Dan Newburn via situs jejaring sosial itu. Newburn mengirim pesan kalau sepertinya, mereka berdua adalah saudara kandung.

Selidik punya selidik, ternyata memang benar mereka berdua adalah kakak adik yang telah begitu lama terpisah. Newburn rupanya beruntung menemukan John berkat pencariannya yang intensif di dunia maya.

"Aku melihat fotonya di Facebook dan tidak ada keraguan lagi. Dia pasti saudaraku," tutur John saat melihat betapa mirip wajah mereka.

Mereka pun akhirnya dapat bertemu muka dengan muka untuk pertama kalinya. Ya, berkat jasa Facebook, dua saudara ini dapat berjumpa dengan penuh bahagia.
»»  Baca Lanjutanya...

Gedung Putih Akui Ahmadinejad Sebagai Presiden Terpilih Iran


Gedung Putih akhirnya menyatakan Ahmadinejad sebagai presiden terpilih Iran. Duta Besar Inggris untuk Teheran, Simon Glass, juga dijadwalkan menghadiri pelantikan Ahmadinejad yang akan digelar hari ini.

"Ini merupakan keputusan yang dilakukan warga Iran, mereka telah memilih pemimpin mereka. Dia (Ahmadinejad) adalah pemimpin yang terpilih," ujar juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, saat ditanya apakah Obama akan menerima kemenangan Ahmadinejad, seperti dilansir Reuters, Rabu (5/8/2009).

Gedung putih enggan berkomentar lebih lanjut. Mereka berhati-hati untuk menyatakan legitimasi kemenangan pemilu Iran tersebut.

Sementara, seperti dilansir Telegraph.co.uk, Uni Eropa dikabarkan telah bersepakat untuk membuka ruang komunikasi dengan Iran meskipun tidak seperti situasi yang biasa dilakukan.

Sebelumnya dikabarkan, empat pemimpin negara-negara Barat menyatakan tidak akan mengirimkan ucapan selamat kepada Ahmadinejad. Empat negara tersebut termasuk Presiden AS Barack Obama, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Pelantikan Ahmadinejad yang akan dilaksanakan di depan parlemen Iran juga akan diwarnai aksi unjuk rasa. Kandidat oposisi lain yang menolak hasil pemilu 12 Juni 2009 akan menggelar demonstrasi di gedung parlemen yang bertepatan dengan acara inagurasi presiden terpilih tersebut.
»»  Baca Lanjutanya...

Jumat, 31 Juli 2009

Sir Bobby Robson Wafat


London - Legenda sepakbola Inggris, Sir Bobby Robson, meninggal dunia karena sakit. Robson yang sekarang berusia 76 tahun memang beberapa tahun terakhir berjuang mengatasi kanker.

"Dengan kesedihan yang besar, kami mengumumkan bahwa hari ini Sir Bobby Robson telah kalah dalam perangnya yang panjang dan pemberani melawan kanker," demikian pernyataan keluarga di BBC.

"Dia meninggal dengan damai hari ini, Jumat (31/7/2009), di rumahnya di County Durham dengan istri dan keluarganya di sisinya," lanjut pernyataan tersebut.

Semasa bermain, Robson pernah membela Fulham dan West Bromwich Albion. Namun nama besar Robson lahir ketika ia beralih profesi sebagai pelatih mulai tahun 1968.

Hingga tahun 2004, Robson pernah menangani tim-tim besar seperti PSV Eindhoven, Sporting Lisbon dan Porto, Barcelona dan Newcastle United. Selama itu, setidaknya 10 titel akbar sukses dimenangi Robson.

Robson juga pernah mengarsiteki timnas Inggris dan membimbing The Three Lions mencapai semifinal Piala Dunia 1990 di Italia
»»  Baca Lanjutanya...

Kamis, 14 Mei 2009

Warga Dikejutkan Semburan Gas dari Dalam Tanah




Liputan6.com, Banyumas: Warga Desa Karang Lewas, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, baru-baru ini, digemparkan dengan munculnya semburan gas panas dari dalam tanah. Selain di areal persawahan, semburan gas yang muncul tiga hari lalu itu juga ditemukan di saluran air atau parit.

Warga yang penasaran mencoba menyulutkan api pada semburan gas melalui pipa. Ternyata gas panas itu langsung menyala seperti obor serta mengeluarkan bau menyengat.

Menurut warga, di area persawahan tempat ditemukanya semburan gas itu memang kerap terdengar bunyi gemuruh dari dalam tanah. Namun, sumber bunyi gemuruh itu hingga kini belum di ketahi secara pasti.

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti sumber semburan dan jenis gas yang muncul. Warga mengaku telah melaporkan temuan ini ke Pemerintah Kabupaten Banyumas, namun belum ada tindakan dari inatansi terkait. Mereka berharap segera dilakukan penelitian agar ada antisipasi bila semburan gas membahayakan.(BOG/Mardianto)


»»  Baca Lanjutanya...

Heboh Nenek Sakti Ditemukan Duduk Mengambang di Laut


Warga Dusun Grajagan Pantai Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, dikejutkan dengan penemuan sesosok nenek misterius di tengah laut. Nenek misterius tersebut ditemukan duduk dengan posisi mengambang di atas permukaan air laut.

Nenek yang belakangan diketahui bernama Supiah (65), asal Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi itu ditemukan secara tak sengaja oleh serombongan nelayan yang sedang memancing di laut Grajagan, tepatnya Laut Pelawangan.

Kali pertama ditemukan, nenek misterius itu berada di permukaan air laut dalam posisi duduk, Kamis malam (7/5/2009), sekitar pukul 23.00 WIB atau bertepatan pada malam Jumat Legi.
Anehnya lagi, tubuh maupun pakaian yang dikenakan nenek tersebut tak basah oleh air laut. Saat ditolong oleh para nelayan, nenek tersebut justru menolak untuk dinaikkan ke atas kapal jukung.

Bahkan saat berhasil dirayu naik ke atas kapal, nenek itu justru memaksa para nelayan untuk mengantarnya ke arah laut lepas seakan mengejar sesuatu.

"Saya kira batang kayu, saya baru tahu pas nenek itu batuk-batuk membentur perahu saya. Teman-teman saya ketakutan, pas saya lihat ternyata nenek itu duduk di atas permukaan air terombang-ambing arus laut," jelas Supariyanto (40), nelayan Grajagan yang malam itu melihat langsung kesaktian nenek Supiah. Dia sangat heran, sebab nenek tersebut seperti pada film-film fiksi selama ini.

Nenek Supiah yang sempat diamankan ke rumah Supariyanto itu kemudian disusul oleh keluarganya, Jumat (8/5/2009). Selain itu polisi juga ikut mengawalnya, sebab penemuan nenek sakti itu mengundang warga berduyun-duyun. Saat ditanya wartawan, nenek Supiah hanya diam. "Saya cari anak saya," katanya singkat.

Mencari anak

"Katanya cari anaknya yang hilang terbawa laut, anaknya itu disebutnya berkepala manusia berbadan ular, itupun dijawabnya setelah saya tanya berkali-kali dengan sedikit rayuan," ungkap Supariyanto menirukan jawaban sang nenek sesaat setelah dibawa pulang nelayan dari laut.

Supariyanto adalah salah seorang nelayan yang sempat menyaksikan penemuan sang nenek di tengah laut Grajagan, Banyuwangi, Kamis malam (7/5/2009).

Nenek Supiah memang tak banyak bicara. Dia lebih sering membisu saat ditanya ketika diamankan di rumah Supariyanto, Grajagan, Jumat (8/5/2009). Tak mudah berkomunikasi dengan nenek yang diyakini warga memiliki kekuatan magis tingkat tinggi tersebut.

Tatapan matanya yang tajam seakan menyiratkan kekuatan luar biasa yang terpendam di dalam dirinya. Bahasa tubuhnya juga menunjukkan kegelisahan, seakan mencari sesuatu yang lama dicarinya.

Nenek Supiah juga enggan menjelaskan ilmu yang digunakan hingga dia bisa duduk di atas permukaan air laut Grajagan, atau tepatnya perairan Pelawangan. Dia tetap membisu meski wartawan memberondong pertanyaan tentang prilakunya itu.

Supiah (65) yang berasal dari Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi itu akhirnya dijemput keluarganya. Pihak keluarga juga enggan bicara banyak soal kejadian yang membuat geger itu.
Supiah 'Kerjai' Kamera Wartawan

Nenek Supiah kembali menunjukkan 'kesaktiannya'. Setelah dievakuasi dari tengah laut, wartawan yang ingin mengabadikan gambarnya dibuat bingung. Entah mengapa, satu persatu power kamera wartawan yang meliput mendadak mati secara bergantian. Bahkan ada pula yang hasil jepretannya berwarna gelap.

Bukan hanya wartawan, warga yang berusaha mengabadikan gambar melalui ponselnya juga mengalami hal serupa. "Mbah...mbah saya ambil gambarnya ya," kata seorang wartawan. Si nenek itu mengawasi para wartawan dengan tatapan tajam.

"Loh kok malah mati lagi handphonku, kok bisa sih," teriak salah seorang wanita yang saat itu berebut mengabadikan gambar Nenek Supiah di rumah Supariyanto (40), seoang nelayan Grajagan yang melihat langsung kesaktian pada nenek misterius itu, Jumat (8/5/2009).

Namun setelah sang nenek di bujuk rayu, akhirnya gambar yang diharapkan berhasil didapatkan. "Ini kebetulan atau gimana sih kok mati sendiri," kata seorang wartawan dengan keheran-heranan. Padahal dia mengaku sudah mengisi baterainya penuh sebelum berangkat liputan.

Nenek yang berasal Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi itu ditemukan secara tak sengaja oleh serombongan nelayan yang sedang memancing di laut Grajagan, tepatnya Laut Pelawangan, Kamis malam (7/5/2009).

Kali pertama ditemukan, nenek misterius itu berada di permukaan air laut dalam posisi duduk. Para nelayan itu akhirnya mengevakuasi ke darat meski sang nenek sempat menolak.

Meski banyak diam, nenek yang terlihat linglung itu sempat menyampaikan alasannya ke laut kepada Supariyanto. Menurutnya dia sedang mencari dua anaknya, lelaki dan perempuan yang wujudnya membuat yang mendengarnya tercengan. Dua anaknya itu, bertubuh ular namun berkepala manusia.

Sumber : detik.com
»»  Baca Lanjutanya...

Kamis, 07 Mei 2009

KPU Gagal Selesaikan Penghitungan Suara

Jakarta - Tanggal 7 Mei sudah lewat. Namun KPU belum menyelesaikan perhitungan suara di 2 Provinsi. Padahal sebelumnya ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafiz Anshary menyatakan KPU akan menyelesaikan perhitungan suara pada tanggal 7 Mei 2009.

Berdasarkan data yang dirilis oleh KPU tanggal 7 Mei pukul 18.09 WIB jumlah suara sah sementara yang masuk mencapai 96.018.177 serta masih ada 5 provinsi yang suara sahnya belum disahkan yaitu NTT, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Papua.

Sekitar pukul 23.30 WIB, pimpinan sidang pleno rekapitulasi suara Putu Artha menskors sidang. Pada saat sidang reses, 3 dari 5 provinsi yang suara sahnya belum disahkan akhirnya disahkan yaitu suara dari Provinsi Bengkulu, NTT dan Sulawesi Tengah. Suara sah yang berhasil disahkan mencapai 99.978.810 suara.

Sidang kembali dimulai pukul 00.05 WIB, Jumat (8/8/2009). Sedangkan mengenai kelanjutan sidang belum jelas. Apakah akan diselesaikan hingga hari ini di Hotel Borobudur atau di kantor KPU.
»»  Baca Lanjutanya...

Agung Laksono Diprediksi Tak Akan ke Senayan




Jakarta - Ketua DPR RI, Agung Laksono diprediksi tidak akan kembali menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. Jumlah suara politisi Partai Golkar yang bertarung di Dapil 1 Jakarta Timur ini tidak cukup untuk membeli tiket kembali ke Senayan.

"Partainya (Golkar) kan tidak dapat kursi, jadi dia tidak dapat kursi," ujar peneliti Cetro, Ismail Fahmi ketika dihubungi detikcom, Rabu (7/5/2009) malam.

Fahmi menerangkan tidak masuknya Agung ke DPR berdasarkan analisa Cetro yang dilakukan atas rekapitulasi suara di tingkat propinsi. Menurutnya, masih saja ada kemungkinan Agung Laksono dapat lolos ke Senayan.

"Perhitungan suara belum final. Ini jangan dibilang hasi perhitungan suara KPU. Karena bisa saja ada perbedaan," imbuh Fahmi.

Fahmi menambahkan, untuk Dapil 1 Jakarta Timur, partai yang unggul adalah PAN dan Gerindra. DIa pun menyatakan suara Agung juga tidak cukup signifikan untuk kembali duduk di kursi dewan.

"Suaranya tidak banyak juga," pungkasnya.
»»  Baca Lanjutanya...

Selasa, 05 Mei 2009

SBY Segera Berhentikan Antasari Azhar


Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang berisi pemberhentian sementara terhadap Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar. Saat ini, draf Keppres tersebut telah disiapkan.

"Segera (diteken)," ujar staf Presiden SBY bidang hukum Denny Indrayana kepada detikcom, Selasa (5/5/2009) malam.

Menurut Denny, soal Keppres Pemberhentian Sementara Antasari ini, SBY menggunakan tiga dasar untuk terbitnya Keppres tersebut. Pertama, UU KPK yang menyatakan bahwa jika pimpinan menjadi tersangka maka akan diberhentkan sementara.

Kedua, surat resmi dari penyidik kepolisian kepada presiden bahwa status Antasari sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan ketiga, surat resmi dari pimpinan KPK, per 5 Mei 2009 yang salah satunya mengutip UU KPK, utamanya pasal pemberhentian sementara.

"Keppres sudah didraf, dan akan dikeluarkan segera setelah surat dari kepolisian, yang sekarang sedang disiapkan, diterima presiden," papar Denny.

Denny menambahkan, Keppres ini akan segera dikeluarkan untuk memisahkan antara persoalan hukum yang dialami Antasari dari KPK. "Serta untuk menyelamatkan institusi KPK dan agenda pemberantasan korupsi," pungkas Denny.
»»  Baca Lanjutanya...

Suka Wanita Muda, PM Italia Dikecam Gereja Katolik




Roma - Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi tengah menghadapi gugatan cerai istrinya, Veronica Lario. Di tengah gugatan cerai itu, Berlusconi juga mendapat kecaman keras dari salah satu sekutu terbesarnya, Gereja Katolik.

Semua gara-gara perilaku genit Berlusconi pada wanita-wanita muda. Pihak Gereja Katolik menyerukan Berlusconi untuk memperbaiki tingkah lakunya.

Dalam editorial harian Katolik, Avvenire, dikatakan bahwa "mengkhawatirkan karena Berlusconi memiliki kesenangan dan kelemahan untuk aktris-aktris muda". Media tersebut merupakan koran resmi Konferensi Uskup Katolik Italia.

Melalui editorial tersebut, seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (6/5/2009), pihak gereja menyatakan bahwa Italia layak memiliki pemimpin yang lebih bijaksana.

"Kami tahu seorang pemimpin pemerintahan dinilai dari apa yag dicapainya, program-programnya... tapi kualitas pemimpin, caranya dan nilai-nilainya juga harus sejalan," demikian bunyi editorial tersebut.

Sebelumnya istri Berlusconi, Veronica menggugat cerai milyuner Italia itu karena tidak tahan dengan kegenitan suaminya itu pada gadis-gadis muda. Veronica marah karena Berlusconi menghadiri pesta ulang tahun ke-18 Noemi Letiza, seorang gadis pirang yang merupakan putri seorang politikus teman Berlusconi. Veronica juga mengejek Berlusconi yang memilih kandidat-kandidat wanita muda dan cantik dengan pengalaman minim untuk mewakili partainya dalam pemilihan mendatang.

Melalui editorial tersebut, pihak gereja menyatakan bahwa Italia layak memiliki pemimpin yang lebih bijaksana. "Kami tahu seorang pemimpin pemerintahan dinilai dari apa yag dicapainya, program-programnya... tapi kualitas pemimpin, caranya dan nilai-nilainya juga harus sejalan," demikian bunyi editorial tersebut.

»»  Baca Lanjutanya...

Jika Ganggu Stabilitas Pemerintahan, Wapres JK Lebih Baik Mundur


Jakarta - Saling serang antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) adalah hal yang biasa dalam suatu negara yang sudah dewasa dalam berdemokrasi. Namun demikian, jika hal itu dirasa akan menggangu stabilitas pemerintahan, JK lebih baik mundur dari jabatannya sebagai wapres.

"Jika kemudian itu (saling serang) menimbulkan ketegangan dan mengganggu stabilitas pemerintahan. Kalau memang harus mundur, ya mundur. Kalau itu suatu jalan keluar kenapa tidak," ujar pengamat politik dari LIPI Lili Romli saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/5/2009).

Seperti diberitakan, di hadapan sejumlah kader partainya di Makassar, Sulsel, JK menyatakan secara blak-blakan bahwa Partai Golkar kerap menjadi bemper bagi kebijakan pemerintah yang tidak populis. JK pun menilai dirinya sebagai orang yang paling berani menghadapi kritikan publik atas kebijakan tersebut.

'Serangan' JK itu dibalas oleh Jubir Kepresidenan yang juga Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Andi Mallarangeng. Ia mengatakan, posisi JK sebagai wapres didapat bukan karena Partai Golkar, melainkan PD. Sebab Golkar tidak mendukung JK pada Pilpres 2004. Dukungan Golkar saat itu untuk capres Wiranto.

Dalam sebuah pertemuan empat mata SBY dan JK pernah bersepakat untuk tidak saling serang dalam kontestasi Pilpres 2009. Namun, kesepakatan itu dilanggar dengan pernyataan yang belakangan dilontarkan oleh kedua belah pihak.

Menurut Lili, JK, yang pertamakali berinisiatif memulai serangan sebenarnya sudah siap dengan risiko pelanggaran kesepakatan tersebut.

"Artinnya JK menyadari itu pelanggaran dan JK sebenarnya siap untuk mundur," tegasnya.

Namun demikian, Lili menjelaskan, pengunduran diri JK sebagai wapres justru akan menimbulkan citra negatif masyarakat terhadap dirinya. Hal ini mengingat masyarakat Indonesia yang masih kental dengan sopan santun ala Timur.

"Kalau menyerang duluan kemudian mengundurkan diri, masyarakat menganggapnya sebagai sebuah pengkhianatan," pungkasnya.
»»  Baca Lanjutanya...

Pro Manohara Demo Kedubes Malaysia


Puluhan orang pro Manohara Pinot berunjuk rasa di depan Kedubes Malaysia, Jakarta, Selasa (5/5). Mereka menuntut Kedubes Malaysia membuka pintu komunikasi dengan keluarga model cantik itu
»»  Baca Lanjutanya...

Koalisi PD-PKS Sudah Top Markotop


Jakarta - Koalisi yang dibangun Partai Demokrat (PD) dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah final. Presiden PKS Tifatul Sembiring menilai koalisi itu bukan hanya mantap, tetapi sudah luar biasa top markotop.

"Koalisi ini bukan mantap lagi sudah top markotop," cetus Tifatul usai pertemuan dengan jajaran PD di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2009).

Tifatul menjelaskan pembahasan mengenai koalisi dengan PD tidak ada masalah lagi. Secara substansif, semua platform partai sudah disepakati.

"Ini cek akhir, tinggal kita sign sama-sama," kata Tifatul.

Kesepakatan koalisi dengan PD, lanjut dia, tidak ada pembahasan mengenai format kabinet maupun pengusulan nama-nama cawapres.

"Kami tidak berangkat dari orang dulu, tetapi dari hal-hal yang normatif dan mendasar," ujar Tifatul.

Pertemuan juga dihadiri Ketua FPKS Mahfudz Sidiq dan Soeripto. Sedangkan kubu PD hadir Jero Wacik, anggota Tim 9 PD Ruhut Sitompul, Ketua FPD DPR Syarif Hasan, dan Ketua Umum PD Hadi Utomo.
»»  Baca Lanjutanya...

Minggu, 03 Mei 2009

Pasukan NATO Bunuh Bocah Perempuan

Herat - Ketika melepaskan tembakan ke arah sebuah kendaraan yang bergerak di dekat konvoi, pasukan pimpinan NATO membunuh seorang anak perempuan berusia 12 tahun dan mencederai 2 warga sipil di Afghanistan barat, Minggu (3/5).

Seorang jurubicara pasukan Italia yang bermarkas di kota Herat, Afghanistan barat, mengkonfirmasi penembakan itu. Pasukan yang khawatir akan serangan telah memperingatkan kendaraan itu agar menjauh. Anak perempuan tersebut dan keluarganya sedang berkendaraan menuju Herat dari sebuah provinsi berdekatan untuk menghadiri pesta pernikahan.

"Pasukan asing melepaskan tembakan ke arah kendaraan sipil itu dan menewaskan seorang anak perempuan berusia 12 tahun, mencederai seorang pria dan seorang wanita," kata Jubir kepolisian Afghanistan barat, Abdul Rauf Ahmadi, kepada AFP.

Paman bocah naas tersebut, Ahmad Wali, mengatakan keponakannya tertembak di wajah.

Pasukan internasional di Afghanistan yang memerangi gerilyawan sangat khawatir atas serangan-serangan bom bunuh diri, yang beberapa diantaranya dilakukan oleh kendaraan yang membawa peledak. Sebagian besar pasukan asing di Herat berasal dari Italia, yang menempatkan sekitar 2.350 prajurit yang menjadi bagian dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO.

Sekitar 70.000 prajurit asing di bawah komando NATO dan AS berada di Afghanistan sejak akhir 2001 untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai memerangi Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda sekutu mereka. Pemerintah baru AS berencana mengirim 21.000 prajurit tambahan tahun ini untuk menstabilkan Afghanistan, yang dikhawatirkan sejumlah politikus dan analis Barat akan tergelincir ke dalam anarki. [*/bar]

»»  Baca Lanjutanya...

Survei LP3ES: Warga NU dan Muhammadiyah Dukung PD

Jakarta - Hasil Survei LP3ES menunjukkan warga NU yang memilih Partai Demokrat sebanyak 15 persen. Sedangkan warga Muhammadiyah yang memilih PD sebanyak 16,6 persen.

"Tidak ada korelasi yang kuat antara organisasi massa NU maupun Muhammadiyah terhadap orientasi partai politik yang bersimbolkan kedua ormas tersebut," kata Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid di kantornya, Jl S.Parman, Jakarta, Senin (13/4/2009).

Dikatakan dia, 15 persen warga NU memilih Demokrat. Hanya 9,1 persen yang mencontreng PKB. Sementara, 16,6 persen warga Muhammadiyah memilih PD. Selisih sedikit dengan yang mencontreng PAN yakni 16 persen.

Data tersebut merupakan hasil exit poll LP3ES di 1.920 TPS di seluruh Indonesia. Tiap TPS dipilih 4 responden secara acak . Survei dilakukan saat pencontrengan 9 April 2009dengan wawancara terbuka dan tingkat kesalahan 1,2 persen.

"Suara NU banyak juga yang mengalir ke PPP. Separuh pemilih PPP mengaku dari NU," tegas Fajar.

Terkait dengan exit poll tersebut LP3ES mencatat jumlah angka golput
meningkat dari 2004. Peningkatan tersebut dari 13 persen menjadi 28 persen.

Sementara surat suara rusak juga meningkat dari 7 persen menjadi 16,6 persen. "Tetapi secara umum, proses pencontrengan berjalan jujur dan adil," ujar Fajar.
»»  Baca Lanjutanya...

SBY Sudah Tentukan Cawapres




Jimbaran - Calon Presiden (capres) Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sudah menentukan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya menghadapi Pilpres 2009. Namun siapa cawapres itu, SBY belum mau membukanya.

"Saya sudah menentukan siapa cawapres yang paling tepat mendampingi saya, tapi waktunya sudah saya rancang yang tepat saya sampaikan cawapres itu, melalui deklarasi yang tepat, dan tentu akan saya pilih dengan pertimbangan yang utuh," kata SBY dalam jumpa pers Pertemuan Tahunan ke 42 ADB, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Minggu (3/5/2009).

SBY menolak anggapan tidak tegas karena tidak segera mengumumkan cawapres. Bagi SBY, ketegasan tidak bisa diukur dari kecepatan menentukan pasangan. SBY akan mengumumkan cawapresnya setelah KPU mengumumkan hasil Pemilu pada 9 Mei mendatang.

Dijelaskan SBY, ia menginginkan cawapres yang bisa memperkuat koalisi. Saat ini ada PKS, PAN, PKB dan PPP yang akan bergabung dalam koalisi dengan SBY. Masing-masing parpol itu mengusulkan cawapresnya masing-masing untuk dipilih SBY.

"Tegas dan tidak itu tidak diukur dengan cepat-cepatan mengumumkan cawapres. Bu Mega, saya juga punya time line kapan akan menyampaikan ke publik," jelas SBY.
»»  Baca Lanjutanya...

Flu Babi Sudah Menyebar ke Asia


Liputan6.com, Seoul: Pemerintah Korea Selatan semakin sigap dengan wabah flu babi. Apalagi penderita yang diperkirakan terinfeksi bertambah menjadi dua orang, Jumat (1/5). Sebelumnya seorang warga Korsel yang berusia 51 tahun juga diduga terinfeksi dan masih dalam perawatan intensif. Korban lainnya yaitu wanita berusia 41 tahun yang diduga terinfeksi setelah menjalin kontak dengan korban pertama di sebuah lokasi. Ada pula pria berusia 57 tahun yang belum diketahui bagaimana bisa terinfeksi karena tidak jelas kegiatan yang dia lakukan.

Reaksi cepat pun ditunjukkan Jepang. Meskipun belum ada temuan kasus, pemerintah akan mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin. Dilaporkan, seorang pelajar Jepang berusia 17 tahun tengah menjalani serangkaian pemeriksaan serius karena mengalami gejala seperti H1N1.

Langkah pencegahan juga dilakukan di Thailand. Sekitar 100 ribu masker dibagikan secara cuma-cuma kepada sopir angkutan umum. Pembagian tersebut dilakukan karena sopir angkutan dinilai paling rentan terjangkit wabah virus N1H1. Hingga kini belum ada laporan warga Thailand terjangkit flu babi.

Sementara Jerman mengkonfirmasi adanya kasus penularan flu babi di negaranya. Seorang perawat dilaporkan tertular virus H1N1 dari salah satu korban di Jerman yang tengah dirawatnya. Tadinya tiga penderita yang terkena virus tersebut berpergian ke luar negeri. Pemerintah Hongkong mendeteksi kasus flu babi pada seorang warga Meksiko yang baru tiba di negaranya.(OMI)

»»  Baca Lanjutanya...

Antasari Azhar Tersangka Otak Pembunuhan Nasrudin


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dijadikan tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjara (PRB) Nasrudin Zulkarnain sejak 30 April kemarin. Antasari dijadikan tersangka intellectual dader alias otak pembunuhan.

"Adalah satu tersangka dari pelaku intellectual dader (otak pelaku) adalah Antasari Azhar. Tempat tanggal lahir di Pondok Pinang 18 Maret 1953," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Jasman Panjaitan membacakan surat dari Mabes Polri.

Hal itu disampaikan Jasman dalam jumpa pers di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2009).

Surat yang diterima Kejagung Jumat ini tersebut ditandatangani Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji.

"Guna kelancaran kasusnya diberitahukan kepada Jaksa Agung dan Pimpinan KPK bahwa penyidik Polri akan melakukan upaya paksa. Tertanda Kabareskrim Susno Duadji," lanjut Jasman.

Jasman menjelaskan, perkara pembunuhan Nasrudin ini akan tetap ditangani oleh Kejagung, selaku jaksa penuntut umum. Izin untuk menyidik Antasari pun tidak diperlukan karena Antasari sudah tidak tercatat sebagai pegawai Kejagung.

"Bahwa sejak Antasari Azhar sudah menjadi Ketua KPK maka status kepegawaian beliau sudah secara administratif tidak ada lagi di Kejagung. Maka pasal 8 ayat 5 Undang-Undang tentang Kejaksaan bahwa izin penyidikan tidak diperlukan dalam penyidikan kasus ini dan juga dihubungkan dengan ketentuan yang mengatur di KPK," jelasnya.

»»  Baca Lanjutanya...

Kamis, 30 April 2009

The 2009 TIME 100





The 2009 TIME 100





Susilo Bambang Yudhoyono

By Anwar Ibrahim


The changes taking place in Indonesia today are among the most remarkable developments in the Muslim world. The country's transition from authoritarianism has proved that as a democracy, Indonesia can be culturally vibrant and economically prosperous.

Since winning the presidency in 2004, Susilo Bambang Yudhoyono has managed to keep the nation afloat, even during the current global recession. However, significant challenges lie ahead. Poverty remains pervasive in Indonesia, and the government must press onward with improvements to the country's ailing infrastructure. Businesses are confronted with a bewildering array of regulations, and the country pays a heavy price in corruption and bribery.

The coming presidential election promises to be good to Yudhoyono, 59, thanks in no small measure to his having for the most part delivered on his promises. The history of Indonesia's democratic journey may not be that long, but it has thus far shown that the country's people will not re-elect a President who falls short of expectations.

The time is right for Indonesia, as the world's most populous Muslim nation, to assume a more prominent position in Asia and throughout the Muslim world. In response to President Obama's warm overtures to Muslim countries for a new phase in relations with the U.S., Yudhoyono can take the lead and chart a new course for the region.

Ibrahim is currently an opposition leader in Malaysia and the former Deputy Prime Minister

»»  Baca Lanjutanya...
 
 
Copyright © punakawan network
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com